21. Ini sejarah dan tata cara salat Istisqa untuk minta hujan

Reporter : Siti Nur Azzura | Sabtu, 24 Oktober 2015 07:53

 

Ini sejarah dan tata cara salat Istisqa untuk minta hujan

Prajurit TNI salat Istisqa. ©2015 Facebook/Eka Wijayanti

Merdeka.com – Kekeringan panjang yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia tiga bulan terakhir berdampak pada gagal panen, krisis air bersih, kebakaran lahan, hingga kabut asap di sejumlah kawasan. Tentunya keadaan ini membawa kerugian bagi masyarakat, dari bisnis hingga kesehatan.

Melihat hal itu, beberapa kalangan masyarakat mencoba berbagai cara untuk mengurangi dampak dari kekeringan tersebut. Salah satunya dengan menggelar salat Istisqa. Dengan salat Istisqa, masyarakat berharap akan turun hujan.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Ali Mustafa Yaqub mengatakan, salat ini sudah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW sejak zaman dahulu kala untuk meminta hujan. Pada masa itu, kekeringan panjang membuat Nabi dan para sahabat melaksanakan salat Istisqa untuk meminta hujan.

“Sebelumnya, Nabi Muhammad yang mengerjakan dulu salat ini. Jadi Istisqa bisa berbentuk doa atau salat khusus minta hujan. Zaman nabi dulu ketika terjadi kekeringan ada sahabat yang minta hujan ke Allah. Maka nabi berdoa dan melaksanakan salat agar diturunkan hujan,” kata Yaqub ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (23/10).

Sementara itu, Yaqub mengaku pelaksanaan Istisqa hampir sama seperti Salat Jumat pada umumnya. “Hampir seperti salat sunah biasa, hampir seperti salat Jumat, ada khotbahnya. Cuma di salat Jumat khotbahnya di awalkan, sedangkan khotbah Istisqa sebaliknya di akhir,” imbuhnya.

Namun, sebelum melaksanakan Istisqa, para jamaah diharapkan berpuasa dan bertaubat meninggalkan segala bentuk kemaksiatan serta kembali beribadah. Menghentikan perbuatan yang zalim dan mengusahakan perdamaian bila terdapat konflik.

Yaqub sendiri menilai bahwa salat Istisqa yang dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat saat ini adalah tindakan yang tepat. Sebab, salat ini bukan hanya untuk musibah pembakaran hutan dan lahan, namun juga untuk mengurangi kekeringan yang terjadi di Indonesia.

“Bagus saja, ini kan merupakan bentuk permohonan. Namanya salat minta hujan ini kan bukan karena kabut asap saja, tapi ini kemaraunya sudah panjang, sumur-sumur sudah banyak kekeringan. Di Masjid Istiqlal sendiri juga sudah sering mengadakan salat ini,” tandasnya.

sumber: Merdeka.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s