11. Wali Kota Pontianak Anggap Terlambat Penetapan Musibah Asap Jadi Bencana Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2015 | 07:52 WIB
KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Proses pemadaman api menggunakan water bombing disejumlah titik api di wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (3/9/2015).
PONTIANAK, KOMPAS.com – Wali Kota Pontianak Sutarmidji menilai, terlambat jika saat ini musibah asap ditetapkan sebagai bencana nasional. Sebab, dalam waktu dekat musim hujan akan segera terjadi.

“Sudah terlambat. Nggak perlu ditetapkan sebagai bencana nasional,” kata Sutarmidji di Pontianak, Jumat (23/10/2015) malam.

Menurut dia, pemerintah cukup mengerahkan tenaga maksimal untuk mengantisipasi meluasnya dampak asap tersebut. Sebab, hal itu sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

“Asal penanganan benar secara kesehatan sudah cukup. Sekarang kan ada asap, jeda, nah di situ tugas menteri dimaksimalkan,” kata dia.

Sutarmidji juga meminta para pakar belajar dari Pontianak cara mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan.

Setidaknya ada 108 hektar ladang gambut yang terdapat di kawasan Pontianak utara dengan ketebalan mencapai sembilan meter. Namun, hingga kini kebakaran lahan tak pernah terjadi.

“Itu karena kita memakai sistem kanalisasi dengan kedalaman hingga dua meter. Kanal itu dihubungkan dengan sejumlah sungai seperti Sungai Kapuas, Kapuas Kecil,” kata dia.

sumber: KOMPAS.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s