9. Setiap Jam Ada 4 Orang Tak Pulang ke Rumah karena Tewas Kecelakaan

Yulida Medistiara – detikNews

Dalam acara jumpa pers Peringatan Keselamatan Jalan Tahun 2015 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2015) dibeberkan angka kecelakaan di Indonesia. Sebagai pembicara adalah Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana, Kasubbag RenOps Bag Ops Korlantas AKBP Elbin Darwin dan Direktur Pengendalian Penyakit Tak Menular Kemenkes, dr Lily S Sulistyowati.

Berdasarkan data yang dirilis Cucu, kendaraan roda dua masih mendominasi angka kecelakaan di Indonesia. Setelahnya, baru bus dan kendaraan roda empat. Pemicunya didominasi karena pelanggaran lalu lintas seperti melawan arus sampai sembarangan menaikkan dan menurunkan penumpang.

“Jumlah kejadian kecelakaan menurut jenis kendaraan yang paling terbesar adalah 71% sepeda motor. Setiap hari 72-73 orang di Indonesia atau 3 sampai 4 orang setiap jam tidak kembali ke rumah karena meninggal dalam kecelakaan lalu
lintas,” ujar Cucu.

Jumpa pers kecelakaan 2015

“Kalau berdasarkan jenis pendidikan korban ada 57% pelajar SMA. Dari data ini maka seluruh upaya kita itu bagaimana menangani remaja kita usia 14-17 tahun. Kadan gkala kita menggunakan sosialisasi itu kurang menarik sehingga harus ada inovasi supaya apa yang kita lakukan untuk kegiatan di kalangan remaja berpengaruh,” terang Cucu lagi.

Berdasarkan data Korlantas 2015 yang disampaikan oleh AKBP Elbin, sebanyak 95.906 kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi di sepanjang tahun 2014 lalu. Banyaknya korban yang meninggal sebanyak 28.297 jiwa, sementara korban yang menderita luka berat sebanyak 26.840 jiwa, dan korban luka ringan sebanyak 109.741 jiwa. Kemudian apabila dijumlahkan sebanyak 164.878 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan berdasarkan jenis usia korban, remaja usia 16 – 30 tahun atau sebanyak 41% mengalami kecelakaan lalu lintas. Sedangkan dewasa dengan usia 31- 40 tahun yang mengalami kecelakaan lalu lintas sebanyak 17%.

Selain sepeda motor, terdapat lagi kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan lalu lintas, di antaranya 13% mobil barang, 12% mobil penumpang, 3% bus, dan 1% kendaraan khusus. Hal itu dikarenakan banyaknya pelanggaran lalu lintas seperti tidak memakai helm, melawan arus, menggunakan handphone sambil menyetir, dan sembarangan menaik-turunkan penumpang oleh bus.

“Korban kecelakaan lalin ini 60% dari pengendara roda dua sampai pada saat ini. Makanya saya bilang tadi berkaitan dari itu kembali pada batasan umur. Kami berupaya menyurati Kemendikbud supaya jajarannya memberitahu anak di bawah umur tidak membawa motor ke sekolah. Kalau orang tuanya mengantarkan anaknya ke sekolah juga tolong sesuai aturan. Jangan tidak memakai helm, jangan berboncengan bertiga, dan jangan melawan arus,” ujar AKBP Elbin Darwin.
(mad/mad)

sumber: detik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s